19/04/2021

KeuanganOnline.id

Portal Informasi Keuangan dan Pemerintaha

Kunker DPRD DKI Dinilai Memaksakan Kegiatan di Tengah Pandemi, KPJ: Ada Apa?

Jakarta – Kritikan terhadap kegiatan kunjungan kerja (kunker) DPRD DKI ditengah Covid-19, terus bergulir. Kali ini datang dari Koalisi Peduli Jakarta (KPJ).

Ketua KPJ, Amos Hutauruk, meminta para anggota DPRD DKI Jakarta, agar segera menghentikan kegiatan kunker ke luar daerah di masa pandemi.

“Kalau kegiatan kunker ini masih tetap dijalankan, secara tidak langsung para anggota DPRD DKI Jakarta itu sudah mengkhianati rakyat Jakarta yang sudah berjuang keras melawan Covid-19,” ujar Amos saat dikonfirmasi, Rabu (8/7).

Amos pun mempertanyakan urgensi dari kegiatan kunker tersebut. Karena selama ini hasil kunker yang dilakukan para wakil rakyat Jakarta tersebut, tidak pernah tersosialisasi ke warga Jakarta. Padahal anggaran yang mereka pakai untuk kunker adalah dari uang rakyat, yang penggunaannya harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

“Pertanyaan saya adalah, hasil kunker dewan itu apa sih, apalagi ditengah pendemi Covid-19. Sepenting apakah kunker itu dilakukan sehingga harus mengorbankan kesehatan,” tanyanya.

Disisi lain, Amos pun mengingatkan para anggota DPRD DKI, kalau grafik kasus Covid-19 di Jakarta angkanya terus naik. Bahkan perhari penambahan kasusnya bisa mencapai ratusan kasus.

“Data dari tim gugus penanganan Covid-19 DKI Jakarta, kasus Covid-19 di Ibu Kota tembus diangka 12 ribu lebih. Ini data loh tidak main-main. Apa para anggota dewan terhomat itu tidak pernah melihat angka statistik itu,” tegasnya.

Tak hanya itu, Amos pun mempertanyakan komitmen DPRD DKI yang akan fokus membantu penanganan Covid-19 dengan menghentikan sementara semua kegiatan alat kelengkapan dewan sampai wabah Covid-19 berakhir.

“Ini jadi aneh, kok mereka malah memaksakan kegiatan kunker, ada apa?,” pungkasnya.

Amos menambahkan setiap hari warga disuguhkan persoalan, dari kesehatan, pengangguran, PSBB, PPDB, Reklamasi, eh malah dia pada kemana tau itu.

“Anggaran APBD DKI sudah menipis karena pendapatan daerah lamban pulihnya, itu semua akan berdampak negatif buat perekonomian warga DKI Jakarta. Seharusnya wakil rakyat yang kita pilih memikirkan , bagaimana perekonomian dapat cepat pulih, bukan malah menghamburkan uang rakyatnya untuk keluyuran kunjungan kerja (kungker),” tambahnya.

Surat buat wakil rakyat.. untukmu yang duduk sambil diskusi, untukmu yang biasa bersafari disana di kebon sirih, wakil rakyat kumpulan orang hebat, bukan kumpulan teman teman dekat apalagi sanak famili.

“Kutipan lagu ini saya torehkan bentuk kekecewaan bagi warga Peduli Jakarta, yang seharusnya para wakil rakyat dapat menyuarakan suara yang lantang soal rakyat, karena wakil rakyat seharusnya merakyat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *