Jalur PPDB Semrawut, KPJ: Jangan Rampas Hak Anak Kami

Jakarta  –  Koalisi Peduli Jakarta (KPJ) mendesak DPRD DKI Jakarta untuk segera membentuk pansus terkait proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di DKI Jakarta kata Ketua Umum Koalisi Peduli Jakarta (KPJ) Amos Hutauruk  keterangan tertulisnya di Jakarta,  Jum’at (26/6/20).

Amos mengungkapkan permasalahan seleksi jalur zonasi dalam PPDB DKI Jakarta dilakukan berdasarkan umur calon peserta didik baru (calon siswa).

“Jalur zonasi merupakan jalur yang disediakan untuk calon siswa yang bertempat tinggal di dekat sekolah yang hendak didaftar, bukan untuk siswa yang berusia tua,” ungkap Amos

Amos menambahkan, apabila calon siswa berusia lebih tua, maka kans diterimanya calon siswa tersebut bakal lebih besar ketimbang calon siswa yang berusia lebih muda. Artinya, yang lebih tua diprioritaskan diterima di sekolah yang dekat dari rumah.

Namun penyeleksian calon siswa berdasarkan usia itu bakal diterapkan apabila jumlah pendaftar PPDB jalur zonasi melebihi daya tampung.

“Kritik soal syarat usia ini sudah disampaikan kepada Pemprov DKI dan DPRD Komisi E oleh sejumlah Orang Tua Murid SMP untuk PPDB SMA 2020,” tambahnya.

BACA JUGA :   Sudah 50 Persen Lulusan SMP/MTs Ikuti PPDB

Sejumlah elemen masyarakat DKI Jakarta terus menyuarakan tuntutan untuk menghapuskan pembatasan usia pada jalur masuk PPDB di DKI Jakarta dan mengembalikan pada Permendikbud Nomor 44 mengenai zona jarak.

Amos menegaskan agar DPRD DKI Jakarta sebagai fungsi legislasi dan pengawasan harus bersikap tegas terhadap Dinas pendidikan sebagai pemangku kebijakan yang memiliki tanggung jawab terkait PPDB ini.

“Bila PPDB tidak juga di dirubah mekanismenya, berarti pendidikan di Jakarta sudah menjadi lahan bisnis. Sudah pasti para siswa berprestasi akan kesekolah swasta nantinya, itukan pengeluaran keuangan yang cukup besar, apalagi orang tua dalam mencari nafkah ditengah tengah covid-19 ini sangatlah sulit,” pungkasnya.

Ketua Umum KPJ itupun menitip pesan,Bu kadisdik DKI Jakarta yang kami banggakan, kami para orangtua anak didik menitipkan masa depan anak kami disekolah agar menjadi anak yang tangguh berguna untuk nusa dan bangsa.

“Tolong ibu kadisdik jangan rampas hak anak-anak kami untuk berprestasi sebut Amos,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *