Suntikan Modal KB Kookmin Bank jadi Juru Selamat Bank Bukopin

Baru-baru ini, PT Bank Bukopin Tbk telah melakukan Aksi Korporasi dengan mendapatkan penambahan modal dari KB Kookmin Bank lewat private placement. Aksi ini dinilai sebagai langkah antisipatif demi menyelamatkan Bank Bukopin dari berbagai masalah kondisi keuangan.

Kondisi keuangan yang dimaksud adalah perkembangan kualitas aset, likuiditas, dan kebutuhan permodalan segera. Selain itu, private placement ini dilakukan untuk menghindari pengambilalihan oleh instansi pemerintah yang berwenang.

Berdasarkan data dari berbagai sumber, per 31 Juli 2020, saham Bank Bukopin dimiliki oleh KB Kookmin Bank sebesar 33,9% dan Bosowa Corporindo sebesar 23,4%. Sedangkan, Negara Republik Indonesia mengempit 6,37%, dan masyarakat, termasuk Kopelindo dengan total kepemilikan saham publik mencapai 36,33%.

Setelah private placement, maka saham Bank Bukopin dimiliki oleh KB Kookmin Bank menjadi 67% dan Bosowa Corporindo 11,66%. Sedangkan, Negara Republik Indonesia menggengam 3,17%, dan masyarakat, termasuk Kopelindo dengan total kepemilikan saham publik mencapai 18,11%.

Penambahan modal perusahaan tersebut pun telah mendapatkan restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Selasa, 25 Agustus 2020. Artinya proses ini telah melalui mekanisme yang sah.

Apa yang dilakukan oleh bank berkode emiten BBKP ini merupakan aksi yang tepat. Mengapa tepat? Karena hasil pelaksanaan private placement itu nantinya akan menambah modal dasar perseroan menjadi kurang lebih Rp3,5 triliun dari posisi saat ini Rp2,5 triliun. Sehingga ini dapat menguatkan fondasi Bank Bukopin itu sendiri.

Apalagi, belakangan Bank Bukopin sempat mengalami masalah kesulitan likuiditas. Sehingga suntikan modal baru dari KB Kookmin Bank ini tidak saja dapat menyelesaikan masalah keuangan Bank Bukopin, tetapi juga bisa menambah prospek bisnis positif perusahaan.

Setidaknya, rekam jejak KB Kookmin Bank sudah teruji karena berhasil melewati kondisi krisis industri perbankan di Korea Selatan pada akhir 1990 hingga tahun 2000-an. Sehingga dengan pengalaman tersebut, KB Kookmin Bank tentu sangat layak menjadi pemegang saham mayoritas Bank Bukopin serta dapat kembali meningkatkan kinerja positif di masa mendatang.

.

Penulis: Abdulloh Hilmi, S.E.

Sekretaris Jendral Gerakan Pemuda Pembaharu Bangsa (GPPB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *