Menolak Politisasi Aksi 16 Juni Sebagai Pembunuhan Masal

Riswan Siahaan Koordinator Permasta

Jakarta – Gerakan masa aksi merupakan suatu tindakan untuk aspirasi dan hal itu merupakan wujud dari pemenuhan hak asasi manusia, yaitu hak untuk berpendapat. Memang semua orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dengan cara apapun, termasuk dengan melakukan aksi demo. Namun dalam melakukan sebuah gerakan, alangkah baiknya harus disertai dengan pertimbangan yang baik dan melihat situasi.

Artinya, jangan sampai gerakan tersebut menjadi bencana bagi pelaku gerakan tersebut, gerakan yang seharusnya menjadi sarana untuk menyampaikan pendapat, namun menjadi hal yang menakutkan bagi pelaku gerakan atau masyarakat.

Dalam situasi sekarang ini, yaitu pandemi COVID-19 yang mengharuskan masyarakat untuk melakukan pembatasan sosial guna memutus rantai penyebaran COVID yang terus berkembang dalam masyarakat. Karena itu sebuah gerakan yang menuntut jumlah masa yang banyak menurut kami dapat menjadi sebuah bencana dalam situasi pandemi seperti sekarang ini.

Dengan kata lain, aksi demo bukan merupakan tindakan yang baik pada masa pandemi karena tidak ada yang menjamin protokol kesehatan diterapkan dalam aksi tersebut, tidak adanya pembatasan sosial dalam aksi, sehingga memungkinkan penyebaran COVID-19 dapat berkembang dengan pesat dalam aksi tersebut.

BACA JUGA :   Satu Anggota DPRD DKI dari PKS Meninggal Dunia

Hal ini dapat merugikan dan dapat menjadikan aksi tersebut sebagai bencana bagi pelaku aksi dan masyarakat.

Kami nilai sebagai upaya pembunuhan masal, karena aksi tersebut akan melibatkan pelaku aksi dengan jumlah yang banyak. Karena protokol kesehatan yang tidak dapat dijamin dapat diterapkan dalam aksi tersebut dan hal itu mengancam keselamatan para pelaku aksi tersebut, karena itu kami menilai bahwa aksi demo tidak akan memberi dampak baik ketika dilakukan dalam masa pandemi COVID-19, karena akan memberikan peluang yang besar untuk penyebaran COVID-19.

Dari situasi ini kami menilai bahwa aksi demo yang akan dilakukan pada tanggal 16 Juni merupakan sebuah upaya pembunuhan masal yang akan merugikan berbagai pihak, termasuk pelaku aksi dan masyarakat.

Karena itu kami sangat mengecam keras segala bentuk gerakan yang dapat merugikan masyarakat, seperti aksi 16 Juni yang dinilai sebagai upaya pembunuhan masal.

Oleh: Riswan Siahaan

Koordinator Permasta ( Unkris, UIJ, UBK, STT Jakarta, Tribuana, Mercusuar, UIC, UNIJA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *