Musim Pandemi, PMII Gelar Diskusi Ekonomi

Wonosobo – Rayon Moh. Hatta Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UNSIQ Wonosobo mengadakan diskusi virtual tematik dengan tema “Neo-Liberalisme”, Sabtu (20/6/2020).

Diskusi ini mengundang dua orang narasumber muda yaitu Al-fharid S.M selaku majelis pembina Rayon dan mantan presiden Mahasiswa UNSIQ 2015, sementara itu narasumber kedua merupakan pemilik 8 gelar sarjana di bidang ekonomi, Dr. H. M. Elfan Kaukab, S.E., M.M., M. Sos., MFP, CMA, CHRA, CRBC.

Diskusi ini sangat menarik antusias para peserta, dengan mengangkat topik Ekonomi Pancasila dan Bayang-Bayang Ekonomi Liberal.

Melalui diskusi ini diharapkan para mahasiswa ekonomi pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya dapat menilai sejauh mana sistem perekonomian yang diterapkan sudah ditempuh.

Muncul beberapa pertanyaan apakah Ekonomi Pancasila telah benar-benar diterapkan. Sistem ekonomi Pancasila menurut Bapak Koperasi Indonesia, Moh. Hatta disebut sebagai sistem ekonomi merdeka, berasas kekeluargaan dan tidak memandang kelas atau golongan. Seperti yang pernah dibahas pada tahun 1976 merupakan sistem campuran antara kapitalis dan sosialis.

BACA JUGA :   Hasil Swab Sempat Direvisi, Positif Corona di Wonosobo Mencapai 83 Kasus

Ini artinya pemerintah tidak sepenuhnya ikut campur dalam perekonomian, juga tidak murni diserahkan ke pasar. Ekonomi Pancasila seharusnya Ekonomi ditengah, tapi prakteknya masyarakat menilai selama ini lebih condong ke liberalisme.

Isu-isu konglomerasi santer terdengar pula, dimana para pemilik modal menguasai perekonomian. Namun sebenarnya konglomerasi bukan hanya modal besar yang jadi patokan, akan tetapi sebuah kondisi dimana semua urusan dari hulu ke hilir dapat dikerjakan.

Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi salah satu perwujudan Ekonomi ini, kemudian muncul beberapa pertanyaan mengenai sejauh mana peran pemerintah dalam menaungi sektor tersebut. Prakteknya para pelaku UMKM ini sejauh ini berharap agar perizinan jangan terlalu berbelit, dan sirkulasi keuangan pemerintah sebaiknya perlu hadir di bidang-bidang usaha seperti UMKM ini.

Sinkronisasi antara Budaya Pancasila dan Ekonomi Pancasila, menurut Ir. Soekarno bisa diwujudkan dengan sikap politik Berdikari (Berdiri diatas Kaki Sendiri) dengan membangun sifat solidaritas, kemandirian diri, dan membangun sifat gotong royong.

Chandra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *