Minggu, 25 Juli 2021

KeuanganOnline.id

Portal Informasi Keuangan dan Pemerintaha

Kementan Gandeng Kemenkumham Tanam Jagung di Kebun Lapas

Tahanan Lapas Tanam di Kebun Lapas Kendal

Tahanan Lapas Tanam di Kebun Lapas Kendal

Jakarta – Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengatakan sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional, Kementerian Pertanian mengandeng Kementerian Hukum dan HAM mengembangan budidaya jagung di lahan yang ada di Lembaga pemasyarakatan (Lapas) seluruh Indonesia. Program kerja sama ini telah dilaksanakan mulai tahun 2019 (3 lapas seluas 60 ha) sampai 2021 (13 Lapas seluas 165 ha).

“Lapas dan Rutan merupakan tempat yang strategis untuk melakukan penanaman jagung dan kedepan dapat dilakukan penanaman dengan komoditas yang lainnya (tanaman sela)”, ungkap Suwandi saat menjadi pembicara pada webiar dengan topik “Tanam Jagung di Kebun Lapas” hari Rabu (21/7).

Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi, Thurman Hutapea yang ikut serta mengatakan pada webinar tersebut menyebutkan bahwa bagi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia program kerja sama ini tentunya bermanfaat bagi 4 aspek yaitu bagi warga binaan dapat meningkatkan pengetahuan dan menjadi bekal ketika nantinya bebas,

BACA JUGA :   Teknologi Balitbang Kementan Berhasil Bawa Petani Kakao Sultra Panen Sepanjang Tahun

“Bagi petugas pemasyarakatan dapat meningkatkan kreatifitas dalam mengolah hasil panen, untuk Instansi dapat bermanfaat dalam optimalisasi lahan sehingga menjadi produktif, dan bagi negara dapat meningkatkan pendapatan’, ujar Thurman.

Lebih Lanjut kendala yang dihadapi lapas/rutan dalam melakukan penanaman yaitu terkait dengan sumber air yang masih kurang dan mengandalkan air hujan dan tidak adanya dana untuk persiapan pengolahan lahan operasional. Salah satu lapas yang dapat menjadi percontohan yaitu Lapas Terbuka Kendal. Lapas Kendal sudah mulai melakukan integrated farming. Penanaman jagung yang dilakukan di 10 ha lahan lapas mendukung peternakan sapi, kambing dan ayam yang ada di lapas.

”Tanaman jagung dapat digunakan untuk pakan sapi, biji jagungnya diolah menjadi pakan ayam melalui mesin pengolah, kotoran ayam diolah menjadi pupuk kandang” ujar Rusdedy Kalapas Kendal.

BACA JUGA :   Peduli Hasil Panen Petani, Kementan Fasilitasi Edarkan Lemon ke Pasar Jabodetabek Hingga Bali

Untuk mengatasi kendala keterbatasan pekerja, Lapas Kendal mensiasati dengan tanam dan panen bertahap tidak sekaligus 10 ha, hal ini juga mengurangi resiko penanganan pasca panen (agar hasil panen jagung tidak rusak).

Untuk Tahun 2021 ini, terdapat 13 Satuan Kerja Pemasyarakatan yang ikut serta sebagai pilot projek yaitu, Rutan Kelas I Labuhan Deli, Sumatera Utara, Lapas Tebuka Kelas IIB Pasaman, Sumatera Barat, Lapas Terbuka Kelas IIB Ciangir, Banten, Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal dan Nusakambangan Jawa Tengah, Rutan Kelas IIB Sengkang Sulawesi Selatan, Lapas Kelas IIB Selong dan Lapas Kelas IIB Sumbawa Besar, NTB, Lapas Kelas IIA Kupang, Lapas Kelas IIB Atambua, Rutan Kelas IIB Kafamenamu, NTT, serta Lapas Perempuan Kelas III dan Lapas Kelas III Pahuwato Gorontalo.

BACA JUGA :   Kementan Dukung Jabar Ekspor Ubi Jalar ke Hongkong

Indra Rochmadi, Koordinator Jagung dan Serealia lain Kementan menyampaikan bantuan jagung wilayah khusus berupa benih sebanyak 15kg/ha, herbisida 2 lt/ha, pupuk hayati 3lt/ha dan NPK 200kg/ha.

“Masih terbuka kesempatan bagi lapas yang ingin mengikuti program ini,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *