Strategi Keuangan, Ajarkan Anak-Anak Tentang Kemampuan Finansial

Oleh Dyah Ikhsanti

Ketika seseorang memutuskan untuk berumah tangga, ia pastinya akan berfikir bahwa kehidupan rumah tangganya akan bertahan selamanya. Namun, terkadang ada saja tantangan yang menjadikan pasangan suami istri harus berpisah. Bisa jadi karena perceraian, atau kematian.

Kondisi ini membuat seseorang menjadi orang tunggal bagi anak-anak yang ditinggalkan. Tentunya menjadi orang tua tunggal bukanlah hal mudah. Dalam urusan finansial misalnya, ia harus bisa memberikan penghidupan yang layak bagi anak-anaknya, sekaligus mempersiapkan masa depan mereka.

Oleh karenanya, ada beberapa tips dan informasi bagi para orang tua tunggal mengenai pengaturan keuangan keluarga.

Catat Daftar kekayaan

Langkah pertama dan harus dilakukan adalah mendaftar kekayaan yang Anda miliki saat ini. Baik itu dari warisan, penghasilan, dan klaim asuransi.

Kemudian daftar semua cicilan atau kewajiban finansial yang harus Anda penuhi. Jika ada warisan yang harus didistribusikan, segera hitung dan selesaikan semua urusan warisan agar tidak terjadi sengketa di kemudian hari.

Mencatat kekayaan penting dilakukan sehingga Anda mengetahui kemampuan serta beban finansial Anda. Selain itu, Anda juga bisa menghitung target untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Berapa bulan yang Anda miliki sampai mendapatkan penghasilan tambahan.

Penghasilan Tetap Dan Tambahan

Banyak ibu rumah tangga yang memutuskan untuk tidak bekerja untuk mengurus keluarga. Namun, terkadang hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti kematian atau perceraian. Kondisi ini memaksa para ibu rumah tangga untuk mencari pekerjaan.

Bukannya paranoid, namun jika sebelum menikah Anda sudah bekerja, maka lebih baik untuk tetap bekerja walaupun sudah menikah. Seandainya Anda memutuskan untuk menjadi ibu atau bapak rumah tangga, maka usahakan untuk menjadi pekerja lepas atau memiliki usaha rumahan. Dengan demikian, penghasilan tidak akan terputus.

BACA JUGA :   Menkeu: Pengelolaan Perbendaharaan Dilakukan dengan Prinsip Akuntansi yang Baik

Kalau di kemudian hari terjadi hal yang tidak diinginkan, Anda tetap memiliki penghasilan walaupun tidak besar. Selanjutnya, Anda bisa mencari penghasilan tambahan baik berupa penghasilan pasif maupun dengan memiliki pekerjaan tambahan.

Mulai Berinvestasi

Sebenarnya tanpa menjadi orang tua tunggal sekalipun, setiap orang harus belajar berinvestasi. Namun saat Anda menjadi orang tua tunggal, memiliki investasi menjadi lebih penting. Tentunya, investasi ini untuk nantinya menjamin hari tua Anda serta masa depan anak-anak.

Ada beberapa jenis investasi yang ramah di kantong, tapi tetap menguntungkan. Diantaranya adalah reksa dana dan investasi emas. Ada baiknya Anda memiliki beberapa jenis investasi, sehingga sumber keuntungan bisa jadi lebih banyak.

Kalau kondisi keuangan tidak memungkinkan untuk berinvestasi sekarang, setidaknya Anda tidak menghabiskan banyak uang untuk barang yang akan mengalami penurunan harga (depresiasi). Barang-barang yang mengalami depresiasi contohnya adalah kendaraan, barang-barang elektronik, dan aksesoris mewah.

Selain tidak akan memberi keuntungan di masa mendatang, Anda bisa menghindari kredit yang tidak perlu dengan membeli barang konsumsi dengan harga lebih murah.

Asuransi Jiwa Menjadi Kewajiban

Bagi orang tua, asuransi jiwa bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban. Apalagi jika Anda adalah orang tua tunggal. Asuransi jiwa merupakan produk keuangan yang dibutuhkan untuk menjamin kehidupan anak-anak ketika Anda mengalami risiko kecelakaan, atau meninggal.

Bahkan meskipun Anda menjadi orang tua tunggal karena perceraian, belum tentu mantan suami atau istri akan memberikan jaminan kepada anak-anak setelah Anda meninggal.

BACA JUGA :   Menkeu: Pengelolaan Perbendaharaan Dilakukan dengan Prinsip Akuntansi yang Baik

Kami sadar bahwa sebagian penghasilan Anda akan masuk ke dalam pos dana darurat dan persiapan masa depan atau perlindungan dari risiko seperti asuransi. Oleh karena itu, anak-anak harus diberi pengertian, karena mungkin mereka tidak bisa hidup boros seperti teman-temannya.

Tabungan Pendidikan

Jika Anda dan pasangan sudah membuat tabungan pendidikan sebelumnya, maka Anda tinggal meneruskan.

Jadikan hal ini prioritas karena masa depan anak-anak penting untuk dipersiapkan dari sekarang. Selalu sisihkan penghasilan tiap bulannya untuk tabungan pendidikan anak-anak.

Lebih bagus lagi jika Anda menggunakan produk tabungan yang menguntungkan. Misalnya tabungan berjangka, atau asuransi pendidikan. Asuransi pendidikan memberikan keuntungan investasi, serta memberi jaminan jika terjadi risiko terhadap orang tua ataupun anak.

Tentukan target dana pendidikan saat mengambil polis asuransi pendidikan. Misalnya, dana yang terkumpul dibutuhkan saat anak berusia 18 tahun. Karena setiap perusahaan asuransi memiliki kebijakan mengenai masa pertanggungan.

Ajarkan anak-anak tentang kemampuan finansial

Bagaimanapun juga, anak-anak pasti akan melihat perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah gaya hidup.

Anda harus menjelaskan pada mereka mengenai kondisi saat ini. Hal ini tidak hanya penting untuk memberikan pengertian, melainkan juga untuk membantu mereka dalam melalui masa sulit. Ingat, perceraian dan kematian orang tua juga meninggalkan dampak psikologis pada anak.

Mulai buat perencanaan keuangan bersama mereka, atau mulai diskusikan mengenai tabungan dan target keuangan anak-anak. Bahkan, Anda bisa membuat proyek bersama anak-anak untuk kemudian dijual. Mereka akan senang karena merasa sudah bisa menghasilkan sesuatu. Kegiatan ini juga bisa membantu rasa percaya diri mereka.

Penjelasan yang lebih mendalam lagi bisa Anda simak pada ulasan kami mengenai pendidikan finansial untuk anak-anak.

Selain kehilangan salah satu sumber penghasilan, menjadi orang tua tunggal juga membutuhkan kekuatan mental yang besar. Jadi, penting untuk dekat dengan kerabat atau teman yang bisa memberikan dukungan secara moral pada Anda dan anak-anak.

Artikel ini pernah ditulis di aturduit.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *