Anda Pegawai Freelance dan Ingin Masa Depan Cerah, Simak Ini..!

Menjadi seorang pekerja lepas (freelance) tidak cukup bila hanya sekedar mengatur pengeluaran saja, diperlukan upaya lebih untuk mewujudkan tujuan keuangannya. 

Terus bagaimana mewujudkan nya. Yang harus diperhatikan bahwa anda harus mempunyai perencanaan dan investasi yang tepat untuk mengatasi kebutuhan-kebutuhan kesehatan, dana darurat, dan perencanaan masa pensiun. Finansialku memberikan tips menarik cara investasi untuk freelance, simak berikut ini:

Strategi Investasi bagi Freelancer

Menjadi seorang freelancer merupakan suatu kebebasan, Anda dapat mengatur jadwal dan jam kerja Anda. Namun kebebasan tersebut perlu dilengkapi dengan tanggung jawab agar Anda dapat mencapai tujuan keuangan Anda.

Dibutuhkan perencanaan dan investasi yang lebih teliti mengingat Anda tidak memperoleh tunjangan yang biasanya disediakan oleh perusahaan, seperti tunjangan kesehatan atau dana pensiun. Finansialku akan berbagi cara investasi untuk freelance agar dapat mewujudkan tujuan keuangannya.

1. Persiapkan Dana Darurat

Jika Anda sudah melakukan pengaturan keuangan sederhana, tentunya Anda mengetahui penghasilan dan pengeluaran Anda serta mampu menghitung sisa uang yang dapat disimpan setiap bulannya.

Mungkin Anda juga sudah menabung setiap bulan namun apakah Anda sudah mengalokasikan sebagian untuk dana darurat? Kejadian tak terduga dapat hadir kapan saja tanpa dapat diprediksi kapan, oleh karena itu penting untuk mempersiapkan dana darurat sebagai antisipasi dari hal-hal tidak terduga.

2. Persiapkan Dana Pensiun

Di usia 20 hingga 30 tahun, nampaknya investasi dana pensiun bukanlah hal yang penting. Masih banyak yang Anda prioritaskan seperti mencicil rumah dan mobil. Namun pernahkah terpikir oleh Anda, sebagai freelancer, Anda bertanggung jawab sepenuhnya atas masa pensiun Anda, dan dana pensiun yang dibutuhkan tidaklah sedikit.

BACA JUGA :   Realisasi Investasi Rp 2,4 Triliun pada Semester I 2020

Anda tentunya ingin masa pensiun yang layak dan nyaman bukan? Jika iya, alokasikan simpanan Anda untuk investasi dana pensiun. Carilah jenis investasi yang menguntungkan dalam jangka panjang, mengingat dana pensiun baru akan digunakan 40 hingga 50 tahun mendatang.

3. Lunasi Utang Sesegera Mungkin

Jika Anda menghabiskan seluruh simpanan hanya untuk melunasi utang kartu kredit, selesaikan sesegera mungkin. Mencapai kebebasan finansial baru dapat dimulai jika Anda terlebih dahulu melunasi utang-utang Anda.

Jika Anda memiliki beberapa utang kartu kredit, fokuslah terhadap satu utang dengan bunga tertinggi terlebih dahulu dan bayarkan lebih pada utang yang dijadikan fokus. Cara ini akan membantu Anda melunasi utang dengan lebih cepat.

4. Hindari Pajak yang Tinggi

Kebijakan pajak di setiap negara berbeda, dan terdapat banyak jenis pajak yang berlaku di setiap negara. Terdapat berbagai jenis pajak yang terkait investasi portofolio, khususnya pajak penghasilan.

Terdapat instrumen investasi yang bebas pajak, dikenakan tarif final terhadap keseluruhan transaksi, dikenakan tarif final terhadap penghasilan, dan pengenaan pajak yang tertunda. Anda dapat memilih investasi dengan tarif pajak yang rendah atau bahkan bebas pajak, contohnya adalah reksa dana pendapatan tetap atau asuransi kesehatan.

5. Memilih Jenis Investasi yang Sesuai

Setelah Anda mengatur keuangan dan mengalokasikannya, maka langkah terakhir adalah memilih jenis investasi yang sesuai. Terdapat beberapa jenis investasi yang sering digunakan di Indonesia, namun masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Berikut merupakan beberapa sisi positif dan negatif dari berbagai jenis investasi:

BACA JUGA :   Menkeu: Pengelolaan Perbendaharaan Dilakukan dengan Prinsip Akuntansi yang Baik

Tabungan :

Kelebihan:

  • Tidak memiliki risiko
  • Dapat dicairkan kapan saja
  • Transaksi tergolong mudah

Kekurangan:

  • Kontrolnya rendah
  • Suku bunga kecil

Deposito

Kelebihan:

  • Risiko rendah
  • Bunga lebih besar daripada tabungan

Kekurangan:

  • Keuntungan cenderung kecil dibandingkan jenis investasi lainnya dengan risiko lebih besar
  • Tidak dapat dicairkan kapan saja

Reksadana

Kelebihan:

  • Pengelolaan dibantu oleh manajer investasi
  • Investasi tersebar di berbagai tempat sehingga menghindari risiko besar

Kekurangan: 

  • Hasil tidak dapat dikontrol sendiri
  • Terdapat biaya jasa pengelola

Obligasi

Kelebihan:

  • Pendapatan tetap berbentuk kupon
  • Memperoleh capital gain
  • Bunga lebih besar daripada deposito

Kekurangan:

  • Risiko gagal pengembalian obligasi tinggi
  • Risiko tingkat suku bunga
  • Tidak dapat dicairkan kapan saja
  • Bila pihak yang berhutang bangkrut, maka uang tidak akan dikembalikan

Saham

Kelebihan:

  • Keuntungan dapat sangat besar
  • Modal yang dibutuhkan sedikit

Kekurangan:

  • Bila perusahaan bangkrut, risiko kehilangan modal
  • Risiko kerugian tinggi

Emas

Kelebihan:

  • Aset mudah dijual
  • Aset tahan lama
  • Harga stabil dan cenderung naik

Kekurangan:

  • Risiko harga emas anjlok
  • Keuntungan baru diperoleh dalam jangka panjang
  • Tidak memberi keuntungan rutin

Properti

Kelebihan:

  • Risiko kecil
  • Mampu memberi keuntungan rutin jika disewakan

Kekurangan:

  • Modal yang dibutuhkan cenderung besar
  • Aset tidak mudah dijual
Manfaatkan Investasi agar Dapat Mewujudkan Tujuan Keuangan

Demi masa depan cerah dengan tercapainya tujuan keuangan, persiapkan masa depan Anda dengan matang. Gunakan beberapa tips di atas dan mulailah berinvestasi sekarang juga. Menjadi freelance dengan penghasilan tidak teratur bukanlah alasan untuk tidak berinvestasi, justru Anda perlu melakukan investasi untuk menjamin saat-saat dimana penghasilan Anda tidak memadai.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *