Prihatin Atas Ketidakpastian, AJB Bumiputera Butuh Gerakan Cepat Untuk Pemulihan dan Penyelamatan

Ketua Komite Tetap Pembiayaan Infrastruktur Bidang Konstruksi dan Infrastruktur Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

Jakarta – Insan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJBB), semoga tidak bermimpi khayalan indah, sepertinya masih jauh & gelap, entah kapan keajaiban akan tiba. Ibarat jangan membiarkan AJBB 1912 hidup di ruang hampa, bahaya bisa kehabisan oksigen.

AJB Bumiputera 1912 saat ini diusianya yang lebih dari satu abad (108 tahun) sedang mengalami Financial Distress serta problem Tata Kelola Perusahaan. Penurunan kondisi keuangan, berdampak tidak lancar pembayaran klaim jatuh tempo / habis kontrak, penebusan dll yang total outstanding klaim sampai akhir tahun 2020 diperkirakan sekitar Rp. 9,6 T.

Hal ini tentunya berakibat mencoreng Industri Asuransi, dan mengurangi kepercayaan (trust) masyarakat.

Ketua Komite Tetap Pembiayaan Infrastruktur Kadin, Diding S. Anwar, menilai kondisi ini akan membuat jutaan masyarakat Indonesia sebagai pemilik polis penuh ketidak pastian. Bahkan, ia meyakini mereka menanti gerakan cepat upaya pemulihan dan penyelamatan.

“Menyedihkan, Jutaan rakyat Indonesia sebagai pempol sedang galau dihadapkan ketidak pastian atas harapan kesejahteraan yang dicita citakannya dan dipupuk sedikit demi sedikit dari jerih payah berpuluh tahun lamanya. Tidak perlu bermuluk muluk namun harus cepat pembenahannya. Apa lagi yang ditunggu untuk pembenahan AJBB 1912”, ungkap Diding.

Diding menjelaskan, saatnya Remutualisasi (Restorasi Mutual) dengan Kolaborasi Pentahelix, mohonkan Negara Hadir (sangat dibutuhkan political will Pemerintah).

“Selayaknya Negara hadir, Secara legacy Usaha Bersama, gotong royong, tolong menolong, kekeluargaan, kebangsaan dan kedaulatan menjadi modal utama Restorasi Mutual (Remutualisasi) sebagaimana diatur dalam pasal 33 UUD 1945. Tinggal segera lengkapi aturan turunannya & terapkan dengan baik dan benar (prinsip mutual universal”, jelasnya. 

Diding menambahkan perlu tindakan lanjut segera, Insan AJBB 1912 going concern menatap ke depan.

“Payung hukum bentuk Mutual (Usaha Bersama) telah ada yaitu UU No 40 / 2014 tentang Perasuransian jo PP No 87 / 2019 ttgl 261219 tentang Perusahaan Asuransi Berbentuk Usaha Bersama, dengan penuh harap semoga key stakeholder  mempertimbangkan Remutualisasi. Hindari upaya-upaya ke arah kekosongan payung hukum. Sesuai dinamika berkelanjutan kedepan terus bertahap disempurnakan”, tambahnya.

Ia mengungkapkan, historis AJBB 1912 dan NKRI merupakan perjalanan panjang yang sangat saling terkait, sulit dipisahkan. 

“Kawal & jaga sejarah, agar tidak sangat mudah punah. Historis AJBB 1912 & NKRI perjalanan panjang yang sangat saling terkait, sulit dipisahkan. Mari diskusi & dialog cari alternatif solusi terbaik agar AJBB 1912 pulih, hindari kepunahan”, pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *