Direktur Eksekutif LSP Global Otomotif Tatang Raharjo Saat Hadir dalam Seminar Baterai & EV STP Otomotif ITS yang berlangsung 4 November Kemarin (IST)
SURABAYA – Lembaga Sertifikasi Profesi Global Otomotif (LSP GO) ikut serta hadir dalam Seminar dan Open House “Baterai & EV STP Otomotif ITS” yang digelar di Gedung Hall Creative Center Lantai 1, Kawasan Science Techno Park Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya yang berlangsung Rabu (4/11) kemarin. Forum yang diselenggarakan STP Otomotif ITS ini mengusung tema “Penguatan Infrastruktur Pengujian Baterai untuk Mendukung Keselamatan, Inovasi, dan Daya Saing Industri Kendaraan Listrik Nasional.”
Kegiatan ini juga menjadi ajang pengenalan rencana pengembangan Laboratorium Uji Baterai Terakreditasi. Forum tersebut berhasil mempertemukan unsur pemerintah, lembaga akreditasi dan pengujian, industri baterai dan kendaraan listrik, perguruan tinggi, SMK, hingga bengkel konversi motor listrik.
Dalam forum tersebut, Direktur Eksekutif LSP Global Otomotif, Tatang Raharjo menyatakan ekosistem baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/ EV) sesungguhnya tidak hanya bertumpu pada teknologi dan fasilitas pengujian. Menurutnya, ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten justru menjadi pilar utama dalam ekosistem baterai kendaraan listrik.
“Salah satu hal penting dalam ekosistem baterai EV adalah ketersediaan teknisi yang memiliki kompetensi sesuai standar perbaikan baterai. Ini (tentu) sangat menarik karena pemilik EV nantinya memiliki pilihan perbaikan baterainya bukan hanya di bengkel resmi, namun juga di bengkel-bengkel yang terstandardisasi dengan kompetensi yang sesuai standar industri,” ujar Tatang.
Ia menambahkan kehadiran bengkel umum yang teknisinya tersertifikasi akan memperluas akses layanan purnajual bagi pengguna kendaraan listrik. Di sisi lain, standar kompetensi yang jelas akan meningkatkan aspek keselamatan, mengingat perbaikan baterai melibatkan sistem bertegangan tinggi.
LSP Sebagai Penjamin Kompetensi
LSP Global Otomotif adalah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang mendapat lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk menyelenggarakan sertifikasi kompetensi, khususnya di bidang otomotif. Dalam ekosistem baterai EV, LSP hadir sebagai institusi yang memastikan kompetensi seseorang dalam pekerjaan yang berkaitan dengan kendaraan listrik.
“Jika laboratorium uji sudah berhasil memastikan baterai aman dan sesuai standar, LSP tentu juga akan memastikan orang yang menangani baterai tersebut sudah memenuhi standar,” ucap Tatang.
Tatang menjelaskan penilaian hanya bisa dilakukan oleh asesor kompetensi berlisensi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), diantaranya SKKNI bidang servis kendaraan ringan. Hasilnya kemudian industri, bengkel, dan konsumen memiliki acuan yang sama dan dapat dipercaya dalam menilai kemampuan seorang teknisi.
Menurut Tatang, LSP Global Otomotif terus membuka peluang kolaborasi dengan industri kendaraan listrik, produsen baterai, bengkel konversi, perguruan tinggi, dan SMK. Kolaborasi itu, ungkapnya, dapat dilakukan dalam hal pengembangan Tempat Uji Kompetensi (TUK), pelatihan, maupun sertifikasi teknisi kendaraan listrik.
Sebagai informasi, LSP Global Otomotif ini merupakan lembaga sertifikasi profesi bidang otomotif berlisensi BNSP. LSP GO melaksanakan uji kompetensi bagi tenaga kerja otomotif melalui jaringan TUK di SMK, kampus, dan politeknik di berbagai daerah, didukung sekitar 300 asesor kompetensi.
