Ketua Umum Sahabat Polisi Indonesia Fonda Tangguh dalam agenda Pelantikan Pengurus Nasional DPP Sahabat Polisi Indonesia pada 28 Oktober 2026 di Jakarta (IST)
JAKARTA – Sahabat Polisi Indonesia meyakini Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto akan memimpin reformasi polri dengan sepenuh hati. Sahabat Polisi beralasan sejak ditunjuk sebagai Kapolri pada awal bulan lalu, Kapolri Suyudi telah melakukan sejumlah langkah radikal untuk mengoptimalkan reformasi Polri. Diantaranya merombak dalam skala besar jajaran di tubuh Mabes Polri dan menyatakan komitmennya untuk melawan penyalahgunaan kewenangan oleh oknum polisi.
“Hampir sebulan terakhir, Kapolri (Jenderal) Suyudi sudah membuktikan. Setidaknya dia ingin menyampaikan pesan dirinya tidak main-main dengan agenda reformasi Polri. Jenderal Suyudi yang akan memimpin langsung reformasi Polri,” ucap Ketua Umum Sahabat Polisi Indonesia Fonda Tangguh dalam keterangan kepada awak media pada Rabu (28/10) malam.
Fonda bahkan menyebut visi ‘Polri Bersama Masyarakat’ ala Jenderal Suyudi menjadi bukti komitmen Kapolri memang serius mewujudkan reformasi Polri. Sebab, secara substantif, visi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memang harus ditempatkan sebagai pusat orientasi tugas kepolisian. Dan tentu saja, ungkap Fonda, itu bermakna Polri di era Kapolri Suyudi harus lebih banyak bertugas di tengah-tengah masyarakat.
“Visi Polri Bersama Masyarakat itu seharusnya sudah jadi tolok ukur komitmen Kapolri Suyudi dalam menuntaskan agenda reformasi Polri. Tidak perlu diragukan kembali,” ujarnya.
Apalagi Kapolri Suyudi juga kerap kali secara terbuka mengharapkan dukungan dan kepercayaan masyarakat atas upaya reformasi terhadap institusi Polri. Kapolri baru ini bahkan tidak segan-segan meminta maaf atas kekurangan yang terjadi dalam pelayanan pihaknya kepada masyarakat. Menurut Fonda, tindakan Jenderal Suyudi tersebut menunjukkan bahwa dirinya betul betul ingin melibatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung agenda reformasi Polri.
“Kapolri Suyudi ini memang punya karakter yang dekat dengan masyarakat. Sehingga dirinya tidak pernah ragu mengharapkan dukungan publik dan menyampaikan permintaan maaf. Menurut saya, ini simbol Jenderal Suyudi ingin melibatkan publik dalam agenda reformasi Polri,” jelas dia.
Karena itu, Fonda pun menyebut dukungan dan pengawasan dari masyarakat tetap menjadi faktor penting keberhasilan Polri. Pasalnya hanya lewat pengawasan atau monitoring masyarakat, Jenderal Suyudi akan mendapatkan umpan balik atau feedback atas agenda reformasi polri yang tengah dijalankannya.
Terkait :

Aminullah Siagian Apresiasi Polri Peduli Sinta Pengindap Kanker Tulang

Kapolri Apresiasi Kinerja Kementan Penuhi Pangan Nasional

Larang Mudik Lebaran 2021, Kapolri Minta Maaf

Rapat Paripurna DPR RI Tetapkan Komjen Listyo Sigit Prabowo Sebagai Kapolri

