Produktif Hasilkan Jurnal Scopus, Elfan Kaukab Persiapkan Diri Menjadi Guru Besar Ilmu Manajemen

Dr. M. Elfan Kaukab, S.E., M.M., M. Hub. Int., MFP, CMA, CHRA (dok. pribadi)

WONOSOBO-Dunia Akademik saat ini menuntut adanya inovasi dan pemikiran baru. Tidak terkecuali bagi kalangan akademisi di Perguruan Tinggi saat ini dituntut untuk menelurkan tulisan-tulisan ilmiah bertaraf internasional yang diterbitkan oleh scopus.

Scopus bisa jadi masih asing ditelinga masyarakat umum, akan tetapi di kalangan para akademisi, ini menjadi momok yang menakutkan karena bukan hal yang mudah untuk bisa menembus dan menjadikan tulisan ilmiah diterbitkan oleh jurnal internasional ini.

Saat ini scopus menjadi sesuatu yang sering dibicarakan oleh para akademisi dalam rangka mencari credit point yang akan menentukan jenjang karir dibidang akademik ke depannya.

Dr. Elfan Kaukab, salah satu dosen muda yang dimiliki oleh UNSIQ Wonosobo dikenal memiliki banyak tulisan ilmiah yang bisa menembus benteng seleksi super ketat oleh pihak scopus. Setidaknya, Mas Elfan begitu biasa dipanggil telah memiliki 587 credit point dari tulisannya di scopus. Padahal, syarat seorang akademisi bisa dipromosikan menjadi seorang Guru Besar adalah memiliki credit point sejumlah 437 point. Maka tidak heran beliau saat ini sedang mempersiapkan diri untuk memperoleh gelar akademik baru sebagai Calon Guru Besar Ilmu Manajemen.

Kepiawaiannya dalam menulis jurnal bertaraf internasional ini lahir dari kerasnya ujian dan cobaan saat menyelesaikan disertasi di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada kurun waktu 2015 sampai dengan 2019.

“Saya fokus menyelesaikan penulisan disertasi kurang lebih 1 tahun, dan saya memilih mencari rumah kontrakan di Purwokerto” terangnya.


Elfan menulis disertasi dengan Judul Internasionalisasi UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Menurutnya, UMKM sebagai salah satu pilar kuatnya perekonomian di Indonesia sudah saatnya didorong ke pasar Internasional untuk menambah devisa negara.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Sensus Ekonomi dari Badan Pusat Statistik pada 2016 menunjukkan besarnya kontribusi UMKM. Diantaranya adalah UMKM menyerap hingga 89,2 persen dari total tenaga kerja, UMKM menyediakan hingga 99 persen dari total lapangan kerja, UMKM menyumbang 60,34 persen dari total PDB nasional, UMKM menyumbang 14,17 persen dari total ekspor, UMKM menyumbang 58,18 persen dari total investasi.

“Ini artinya, peran UMKM sebagai pilar penyangga perekonomian kita sangatlah strategis” tegas pria asli Kalibeber ini.

Ibnu Ngakil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *