Minggu, 25 Juli 2021

KeuanganOnline.id

Portal Informasi Keuangan dan Pemerintaha

Diduga Terlibat Korupsi Bansos, GPPB Minta KPK Periksa Anggota BPK

Jakarta – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam gerakan pemuda pembaharu bangsa (GPPB) menggelar konferensi pers di komplek Tugu Proklamasi, Jakarta, Jum’at (11/06).

Agenda yang dilakukan GPPB terkait dengan dugaan aliran dana korupsi bantuan sosial di Kementerian Sosial RI. Sebelumnya di dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Senin (7/6), mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Matheus Joko Santoso menyebut bahwa fee yang didapat dari pengadaan bansos mengalir sampai ke anggota Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) serta sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos). Joko menyebut aliran dana tersebut diberikan kepada Achsanul Qosasi melalui Yonda pada bulan juli 2020 senilai Rp 1 miliar dalam bentuk dolar AS.

BACA JUGA :   Kemensos Pastikan DTKS Penerima Bantuan Memiliki Data Tunggal Sesuai Data Kemendagri

“Hal ini kemudian yang menjadi fokus kami. Hari ini kan KPK sedang disorot oleh publik, nah dengan kasus aliran dana bansos ini KPK bisa menunjukkan taringnya. KPK harus berani mengungkap dan mengusut tuntas terkait fakta persidangan yang menyebut nama Achsanul Qosasi agar nama baik KPK tetap terjaga dan masyarakat semakin percaya dengan independensi lembaga anti rasuah ini,” ujar Ketua GPPB DKI Jakarta, Abdul.

“Beliau (AQ) ini kan pejabat lembaga tinggi negara dan tugasnya sangat vital, jangan sampai KPK membiarkan kasus ini lolos dan tidak ditindak lanjuti karena akan menjadi legasi yang buruk bagi Negara kita bila korupsi dana bansos ini tidak diusut sampai ke akarnya,” tambahnya.

BACA JUGA :   KPK Minta Kemensos Perbaiki Data Terpadu Kesejahteraan Sosial

Ketua GPPB DKI Jakarta, Abdul juga menyampaikan akan mengawal kasus ini sampai tuntas dan mendukung langkah KPK untuk mengungkap dan menetapkan tersangka baru. Di konfirmasi di tempat konferensi pers oleh pewarta bhwasannya mereka hari senin (14/06) nanti akan mendatangi KPK dan BPK RI untuk mendorong agar kasus ini secepatnya diselesaikan.

Melalui konferensi pers tadi mereka menyampaikan beberapa poin tuntutan diantaranya

Pertama, GPPB meminta KPK segera memanggil, memeriksa dan menetapkan Achsanul Qosasi sebagai tersangka karena namanya muncul di persidangan.

Kedua, GPPB meminta KPK segera memeriksa dan menetapkan tersanga Yonda selaku orang yang menjadi perantara aliran dana bansos ke AQ.

Ketiga, GPPB mendesak Achsanul Qosasi untuk segera mundur dari jabatannya di BPK, karena beliau telah mencoreng nama baik BPK dan untuk menjaga netralitas proses penyelidikan KPK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *