19/04/2021

KeuanganOnline.id

Portal Informasi Keuangan dan Pemerintaha

Apakah KTP Elektronik yang Sering Difotokopi Bisa Mengalami Kerusakan, Begini Tanggapan Kemendagri

(Plt) Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar

Jakarta – Kementerian Dalam Negeri langsung merespons keluhan warganet di media sosial yang menyebut KTP Elektronik alias e-KTP adalah sebuah penipuan. Keluhan bermula dari pemilik akun Twitter @catuaries yang menyebut sejak ia memegang KTP Elektronik sejak 2012 masih saja diminta fotokopinya. Padahal, chip di KTP Elektronik menyimpan data pribadi tiap individu. 


“Sejak dapat e-KTP ini dari 2012, gak pernah tuh diminta tapi kyak e-money buat urusan-urusan birokrasi. Tetap aja fotokopi,” cuit pemilik akun tersebut pada Kamis (4/3/2021). 

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrullah tak menampik bahwa masih ada lembaga yang akan meminta salinan KTP Elektronik dengan fotokopi.

“Bisa jadi lembaga itu belum bekerja sama dengan Ditjen Dukcapil dan belum menggunakancard reader. Jadi, dia masih manual,” ujar Zudan melalui keterangan tertulis hari ini.
Apakah KTP Elektronik yang sering difotokopi bisa cepat mengalami kerusakan?


Menurut Zudan, sejauh ini Ditjen Dukcapil Kemendagri sudah menjalin kerja sama dengan 2.851 lembaga. Dengan begitu, lembaga-lembaga tersebut tidak perlu lagi melakukan verifikasi dengan fotokopi. 


“Mereka melakukan verifikasi dengan mencocokan NIK (Nomor Induk Kependudukan) saja,” kata Zudan. 


Ribuan lembaga itu termasuk berbagai bank milik swasta dan pemerintah serta BPJS Kesehatan. Di sana KTP Elektronik dibaca dengan menggunakan card reader. 

“Bahkan, untuk verifikasi tamu yang datang ke Kemendagri di Medan Merdeka Utara atau di Dukcapil Pasar Mingu hanya perlu tap layaknya e-money,” tutur dia lagi.

 
Mantan petinggi di Kemendagri, Irman pada 2013 lalu pernah mengatakan KTP Elektronik boleh difotokopi. Zudan pun juga tak menampik pernyataan mantan bosnya yang kini jadi narapidana kasus korupsi itu. Menurut Zudan, chip di dalam KTP Elektronik tidak akan rusak bila kartu sering difotokopi. 

“Tidak ada masalah kalau difotokopi dan tidak ada larangan bagi masyarakat untuk memfotokopi,” ujar Zudan dikutip dari seperti dilansir IDN Times.


Ia berharap lebih banyak lembaga yang bersedia untuk bekerja sama dengan Dukcapil Kemendagri. Agar verifikasi KTP Elektronik tak lagi membutuhkan difotokopi. 
Ia juga menjelaskan selain menggunakan mesin card reader, ada dua cara lainnya untuk memverifikasi data di dalamnya. 

“Pertama, dengan NIK dan kedua, akses biometrik berupa foto dan disidik jari,” tutur dia lagi. 


Sementara, warganet tidak terlalu yakin dengan penjelasan Kemendagri. Pemilik akun @mariomboys mengatakan KTP Elektronik tidak lebih kartu yang semula dilaminating lalu berubah menjadi kartu plastik. 


“E-KTP hanyalah perubahan dari KTP yang kertas lalu dilaminating, menjadi material plastik PVC,” cuit akun tersebut. 

Sedangkan, pemilik akun @catuaries, justru menilai institusi perbankan lebih mendengarkan keluhan nasabah. “Kantor pemerintahan be like kan loe yang butuh gue. Kenapa gue yang repot, fotokopi sana,” kata sang pemilik akun pada hari ini. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *