19/04/2021

KeuanganOnline.id

Portal Informasi Keuangan dan Pemerintaha

DKI Jakarta Masih Pertimbangkan Pemberlakuan PSBB Ketat Seperti di Bulan April atau September

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria

Jakarta – Penerapan PPKM yang berjalan bersama PSBB ketat DKI dinilai tak efektif menekan kasus COVID-19 di Jakarta. Penambahan kasus harian di Jakarta masih di atas 3 ribu kasus dan kasus aktif Jakarta kini tembus 26 ribu kasus.

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Pemprov DKI tengah mempertimbangkan beberapa langkah untuk bisa menekan penularan kasus. Salah satunya opsi pemberlakuan PSBB ketat seperti di bulan April atau September.

“Usulan epidemiolog untuk PSBB ketat seperti dulu tentu menjadi pertimbangan. Kami selalu mempertimbangkan masukan-masukan, apalagi dari epidemiolog. Saya kira pemerintah pusat juga sedang mempertimbangkan banyak hal termasuk dimungkinkan atau tidaknya PSBB diperketat,” kata Riza di Balai Kota, Jakarta, Kamis (4/2) seperti dikutip dari Kumparan.

Pemprov DKI, kata dia, memang selalu berupaya meningkatkan fasilitas penanganan corona, seperti ketersediaan rumah sakit, tenaga kesehatan, hingga pemakaman. Namun jika kasus tak menurun, akan sulit ke depan memenuhi kebutuhan.

“Kita memang punya kemampuan terus meningkatkan fasilitas, tapi kita tidak bisa terus kejar-kejaran dengan penyebaran COVID-19, harus ada yang direm dan dikurangi, bukan mau tinggi-tinggian kita, harus tinggi fasilitasnya karena penyebaran COVID-19 juga tinggi, bukan itu solusinya,” tegasnya.

BACA JUGA :   KPK Cegah Beberapa Pihak Kasus Korupsi Pengadaan Lahan ke Luar Negeri

Selain kembali pada PSBB ketat di April dan September, DKI juga mempertimbangkan opsi lockdown weekend atau lockdown di hari Sabtu dan Minggu saja.

“Tunggu saja nanti kebijakan yang akan diambil. Apakah dimungkinkan ada lockdown akhir pekan seperti yang disarankan bung Daulay. Itu kan banyak yang harus dipertimbangkan. Sementara kita Senin-Jumat bekerja, Sabtu-Minggu digunakan untuk hari libur bagi keluarga,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *