Minggu, 25 Juli 2021

KeuanganOnline.id

Portal Informasi Keuangan dan Pemerintaha

Dirut PT Sang Hyang Seri: Ekspor Beras Ke Arab Saudi Diharapkan Produk Pangan Lain Bisa Menyusul

Jakarta – Dirut PT Sang Hyang Seri (SHS), Karyawan Gunarso sangat optimistis ekspor beras akan berjalan lancar. ia mengatakan kerjasama Indonesia dengan Arab Saudi terkait ekspor beras berharap produk-produk pangan di luar beras juga akan segera menyusul ekspor ke Arab Saudi.

“Kami harap dari ekspor beras ini akan berlanjut ke rencana jangka panjang yang membuka peluang ekspor produk-produk hortikultura lainnya dan berbagai kerja sama investasi dengan para pengusaha Arab Saudi di masa mendatang. Kami berkomitmen menjaga produksi beras baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.”, katanya dalam siaran rilis Jumat (18/06/2021).

Kerjasama yang ditandai penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) kerjasama ekspor beras antara badan usaha milik negara (BUMN) PT Sang Hyang Seri (SHS) dan perusahaan Al Batlah di Arab Saudi melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah bersinergi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Arab Saudi difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan.

BACA JUGA :   Dana Transfer Berkurang, Daerah Diminta Lakukan Perubahan Belanja

SHS memiliki lahan seluas 3000 hektare dan lahan tambahan seluas 10.000 hektare yang mampu menghasilkan kurang lebih 25.000 ton beras per tahun. SHS dan Al Batlah sepakat mempelajari profil bisnis dan melakukan studi bersama untuk merealisasikan berbagai kerja sama ekspor produk Indonesia selanjutnya.

“SHS juga memiliki varian produk lainnya yang dapat diekspor seperti ikan, daging, dan produk hortikultura,” jelas Karyawan.

Sementara, Muhammad Husein dari Al Batlah berterima kasih atas fasilitasi yang diberikan Kepala ITPC Jeddah. Husein juga akan mengawal tahap berikutnya yaitu menyiapkan draf untuk commercial agreement dan memantau pengiriman produk sebagai realisasi MoU. Menurutnya, MoU ekspor beras ini merupakan kerja sama awal untuk mengekspor berbagai komoditas andalan Indonesia ke pasar Arab Saudi seperti kakao dan rempah-rempah.

BACA JUGA :   Dana Bos 2020 Meningkat Rp54,32 Triliun, Tahap I Sudah Bisa Cair

“Kami berkomitmen untuk membeli produk beras Indonesia dan produk-produk Indonesia lainnya seperti kakao dan rempah-rempah selama kualitas dan harganya kompetitif,” ujar Husein.

Berdasarkan data TradeMap 2020, negara pengekspor beras terbesar ke Arab Saudi adalah India dengan nilai USD 1,1 miliar, diikuti Amerika Serikat (USD 120 juta), Pakistan (USD 105 juta), dan Thailand (USD 25 juta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *