19/04/2021

KeuanganOnline.id

Portal Informasi Keuangan dan Pemerintaha

Pupuk Hayati Organik Cair Dongkrak Hasil Panen Padi Petani Indramayu

MONITOR, Indramayu – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Tani Blok Wulut Gabus Kulon, Kecamatan Gabus Wetan, Indramayu, Jawa Barat menggelar Panen Raya Padi jenis Inpari 32 pada Sabtu (27/3/2021).

Panen tersebut sukses mendongkrak produktifitas gabah dengan hasil bulir padat. Padahal dalam proses penanaman hingga panen cuaca dan iklim di lahan tadah hujan tersebut sempat menjadi kendala seperti banjir hingga angin kencang yang sempat membuat beberapa tanaman padi roboh dan lahan terendam.

Penen tersebut juga cukup fenomenal karena tanpa penggunaan pupuk kimia melainkan murni menggunakan pupuk organik jenis cair yakni Extragen secara keseluruhan pada lahan seluas 3,5 hektare dengan hasil ubinan 9,6 ton per-hektare dimana ada kenaikan 3 ton dari panen sebelumnya tanpa pupuk organik.

Ketua Gapoktan Mekar Tani, Carma mengatakan bahwa hasil panen yang diperoleh merupakan buah dari adanya perlakuan pupuk hayati organik cair “Ini semua karena perlakuan pupuk hayati organik extragen dan juga tentu atas keridhoan Allah SWT,” ujarnya.

Carma juga menambahkan bahwa dukungan dan perhatian serta dukungan pemerintah daerah melalui dinas pertanian dalam penyediaan sarana dan prasarana termasuk pupuk.

BACA JUGA :   Mentan Minta Kostraling dan Bulog Bekerja Optimal Proses Penyerapan Gabah Giling

“Kita juga menyampaikan terimakasih kepada Kadis, Kami juga siap melakukan pendampingan dan penyuluhan kepada petani lain,” terangnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, H. Takmid mengapresiasi hasil panen tersebut yang merupakan kerja keras petani. Takmid juga menyambut baik kehadiran pupuk organik cair extragen yang mendongkrak hasil panen ditengah kesulitan mendapatkan pupuk.

Takmid menerangkan bahwa pada 2019 Kabupaten Indramayu menjadi juara 1 di Nasional penghasil beras. Ia mengajak petani untuk mempertahankan prestasi dan kerja kerasnya.

“Terimakasih kepada petani atas kerja keras. Jangan cepat puas. Prestasi ini agar bisa ditiru, pemakaian pupuk lain bisa dikurangi dengan pupuk extragen ini karena hasilnya terbukti berhasil meningkatkan produksi padi,” katanya.

Takmid mengapresiasi kehadiran pupuk cair organik ditengah kelangkaan pupuk saat ini “Sekarang susah mendapatkan pupuk subsidi khususnya urea dan TS kedepan bisa dikurangi dengan menggunakan POC,” tambahnya.

Menurut Takmid, di Indramayu sudah hampir semua pelosok POC extragen masuk dan terbukti mendongkrak produksi padi “Bahkan disini sempat terkena banjir tapi Alhamdulillah berhasil panen. Ini POC sebagai salah satu solusi dari kelangkaan pupuk,” tegasnya.

BACA JUGA :   Serap 25.000 Ton Gabah Petani di Jombang, Mentan Berharap Pemda Ikut Mengawasi Agar Optimal

“Tetap semangat walaupun belum 100 persen bebas covid-19 mudah-mudahan kita selalu sehat dan petani juga terus meningkat,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Direktur Utama Indoraya Mitra Persada (IMP) yang merupakan produsen extragen, Atik Chandra mengaku terkejut dengan hasil panen pada saat ini walaupun sawahnya sudah dua kali terendam banjir tapi padi tetap sehat dan bisa panen. “Biasanya kalau sudah terendam harusnya kurang sehat tapi ini luar biasa,” katanya.

“Disini banyak hamparan padi tapi banyak terserang hama kresek. Sementara disini belum produksinya meningkat dari biasanya 6 ton jadi 9,6 ton,” tambahnya.

“Kita dorong semua daerah meningkatkan produktivitas pertaniannya, tentu juga harus didukung pemerintah. Kita harus sudah menuju ke 12 ton per-hektare. Jika peningkatan produksi ini dipertahankan sampai kapanpun akan jadi juara produsen pangan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *