IKSAN HI. HUSAIN, Dari Guru Ngaji Menuju Wakil Bupati

Tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini jika yang Maha Kuasa telah berkehendak. Allah SWT. memiliki  caranya sendiri  untuk menentukan sesuatu terjadi. Kita manusia hanya  bisa memprediksi, menaruh dugaan, firasat bahkan curiga yang  bisa saja benar dan bisa saja salah, apalagi hanya bersandar pada basic keilmuan yang belum matang dan bersandar pada hawanafsu dan hasrat belaka. Tidak ada orang yang bodoh kecuali orang yang tidak belajar.

Tidak ada orang yang tidak bisa kecuali orang yang tidak mau, puncaknya tidak ada orang sukses tanpa berusaha dan berdoa dan sebaik-baiknya usaha adalah yang dilalui dengan cara yang baik dan niat yang baik pula, penuh kesabaran, tawadzu dan istiqomah. Allah akan membalas sesuai dengan perbuatan hamba-hambaNya.

Inilah yang menjadi dasar perjalanan seorang Iksan Hi. Husain S.Hi. Seorang politisi muda yang pernah memulai karirnya dari guru ngaji di musholah Raudatul Khairaat Desa Payo (2007-2009) setelah lulus dari perguruan tinggi di STAIN Ternate dengan titel S1 Sarjana Hukum Islam. Dengan titel sarjana tersebut, tidak langsung membuat nama beliau besar di  kanca politik Halmahera Barat.

Seperti pemuda pada umumnya, beliau berbaur dengan pemuda dan masyarakat sekitar. Membentuk kelompok pemuda kreatif yang beraktifitas pada hal-hal positif seperti turut andil dalam aktifitas gotong royong bersama  masyarakat dll.

Salah satu yang paling berkesan yaitu mengajak pemuda-pemudi untuk aktif di Musholla Rudatul Khairaat, mengajarkan Alqur’an kepada adik-adik di seputaran kompleks, menjadi muadzin pada waktu sholat tiba dan menyapu lantai masjid. Sampai suatu waktu beliau pernah dicibir lantaraan berijazah sarjana tapi hanya menjadi tukang sapu masjid.

BACA JUGA :   Menjawab Problematika Pilkada, Kiai Muda bersama Jaya Nusa adakan Bhatsul Masail.

Sebagai seorang sarjana muda yang benar-benar mendalami basic keilmuannya, membuat Iksan Hi. Husain kala itu tidak mudah rapuh oleh cibiran-cibiran dan berbagai masalah yang datang silih berganti. Hal itu justru menjadi penyemangat dan motivasi buat beliau untuk tetap maju dan melangkah. Prinsip beliau adalah berpegang teguh pada jalan kebenaraan dan selalu mengajak orang-orang di sekitarnya untuk berbuat baik  dengan cara dan niat yang baik.

Berani dalam mengambil keputusan dan komitmen terhadap apa yang telah terucap oleh lisan beliau. Ini merupakan prinsip kepemimpinan  yang sudah melekat pada diri beliau sejak mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Dasar (SD Negeri 1 Payo) dan mulai ter-asa semenjak beliau menginjakkan kaki ke Pondok Pesantren Alkhairaat Ome di Kota Tidore.

Disana beliau belajar banyak hal di Madrasah Tsanawiyah Alkhairaat Ome, sampai pernah menjuarai lomba kori. Pendidikan keagamaan, ilmu pertanian dan peternakan juga beliau dalami sebagai ciri khas kepesantrenan Alkhairaat.

Beliau juga aktif dalam berbagai organisasi-organisasi pelajar,  salah satunya yaitu organisasi Pramuka yang beliau teruskan sampai di bangku salah satu Madrasah Aliyah di Kota Ternate. Di bangku kuliah, beliau pun  terjun dalam organisasi salah satu Banom NU seperti PMII. Disini beliau menjadi pengurus sejak tahun 2000 sampai tahun 2002.

Kemudian menjabat sebagai wakil ketua GP Ansor Halmahera Barat tahun 2015. Melalui organisasi-organisasi inilah, terbentuklah pribadi beliau yang berjiwa sosial, peduli terhadap alam dan lingkungan, cinta tanah air dan toleran antar umat beragama.

BACA JUGA :   Menjawab Problematika Pilkada, Kiai Muda bersama Jaya Nusa adakan Bhatsul Masail.

Memang Allah itu maha kuasa, dan senantiasa menepati janji-janjinya. Bahwasannya hasil tidak pernah menghianati proses, sebagaimana proses yang pernah dilalui oleh Iksan Hi. Husain S.Hi. Putra asli asal Desa Payo ini, seiring berjalannya waktu terus mengalami perubahan, semakin berpengalaman, semakin bijaksana, semakin cerdas dan semakin taat dalam beragama.

Ketika orang-orang yang baru membuka mata dan telinganya saat ini, maka mereka akan mendapati beliau adalah seorang Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD Halbar) tiga periode dan pimpinan Komisariat Daerah Alkhairaat Halmahera Barat yang sementara ini maju sebagai calon Wakil Bupati Halmahera Barat tahun 2020.

Sebuah pencapaian yang tidak mudah dan tidak semua orang bisa memiliki kesempatan yang sama dan mencapai titik dimana beliau berada saat ini.

Seorang guru ngaji yang pernah dicap sebagai tukang sapu masjid, dipercayakan untuk maju sebagai Calon Wakil Bupati. Sebuah tahapan yang membutuhkan kesiapan mental, spiritual, materi, pengalaman dan pemahaman.

Akan tetapi, mengenai hal tersebut, kiranya Abang Ican (sapaan Iksan Hi. Husain S.Hi) tidak dapat diragukan lagi, dari segala proses perjalanan karirnya dan pengalamaan-pengalamannya di kanca politik Halmahera Barat, beliau bukanlah benih yang baru ditanam atau anak kecil yang baru belajar makan garam.

Beliau adalah putra asli Daerah, politisi dan calon pemimpin yang sudah layak dan sudah waktunya untuk diangkat. Kalau bukan beliau siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi.

Penulis : HM. Jiko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *