Minggu, 25 Juli 2021

KeuanganOnline.id

Portal Informasi Keuangan dan Pemerintaha

Benih Bawang Merah Biji TSS Lebih Menguntungkan dari Benih Umbi

Bawang Merah Biji TTS - keuanganonline.id

Bawang Merah Biji TTS

Jakarta – PT East West Seeds Indonesia (EWINDO) merupakan salah satu perusahaan yang berhasil mengembangkan bawang merah True Seed Shallots (TSS). PT EWINDO telah merintis TSS sejak 31 tahun yang lalu. Keputusan untuk mengembangkan bawang merah TSS ini berangkat dari pemikiran bahwa petani tidak bisa terus-terusan menggunakan umbi karena tidak bisa meningkatkan produktivitas.

Pada 2006, PT EWINDO berhasil mengeluarkan produk TSS sendiri yang diberi nama TUK-TUK. Selanjutnya pada 2009, mengeluarkan produk benih biji hibrida SANREN dan pada 2016 mengeluarkan benih biji LOKANANTA.

“Perusahaan kami bukan pemain baru. TSS sudah dirintis sejak 31 tahun yang lalu dan ini berangkat dari pemikiran ‘kalau petani terus-terusan menggunakan umbi, tidak bisa meningkatkan produktivitas’,” ungkap Muhamad Ichsanuddin, Acting Product Manager PT EWINDO pada Kamis (8/7) kemarin.

BACA JUGA :   Porang, Dulu Tak Dilirik Sekarang Banyak Dicari Orang

Ichsanuddin menambahkan bahwa mau tidak mau, petani harus mulai transisi dari umbi ke TSS. Hal ini dikarenakan harga bibit umbi semakin tinggi, biaya distribusi bibit umbi juga semakin tinggi. Selain itu, bibit umbi memerlukan ruang penyimpanan yang luas dan berpotensi membawa penyakit dari lahan. TSS dipilih karena memberikan banyak keuntungan.

“Mengapa TSS? Pertama, material tanam relatif murah. Kemudian, mudah dari sisi transportasi, tidak mengambil banyak tempat untuk penyimpanan, menghasilkan umbi sehat bebas patogen, dan produktivitas menjadi lebih tinggi,” jelas Ichsanuddin.

Selanjutnya, Ichsanuddin menjelaskan ada 3 (tiga) metode atau sistem produksi bawang merah TSS untuk konsumsi, yaitu pindah tanam menggunakan semaian, tanam benih langsung, dan penggunaan umbi mini. Metode umbi mini memerlukan waktu yang cukup lama hingga panen, yakni sekitar 8 bulan.

BACA JUGA :   Mentan Dorong Sulsel Jadi Lokomotif Ternak Sapi Kerbau Nasional

Kementan terus mengupayakan bagaimana Meraup Untung dengan Budidaya Bawang Merah Asal Biji/TSS, merupakan bentuk tindak lanjut arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang meminta para staf dan jajarannya untuk tetap produktif melakukan pengawalan serta pendampingan meskipun sedang masa PPKM Darurat Covid-19.

“Sosialisasi TSS ini penting karena bawang merah umbi harganya cukup mahal dan ketersediaannya terbatas. TSS bisa hadir untuk meningkatkan produksi bawang merah dalam negeri. Mudah-mudahan sosialisasi ini dapat meningkatkan keberanian dan kepercayaan petani untuk budidaya bawang merah TSS,” ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Tommy Nugraha.

Peningkatan produksi bawang merah ini sejalan dengan program jangka panjang Gerakan Dorong Produksi Daya Saing dan Ramah Lingkungan Hortikultura (GEDOR HORTI) dan pengembangannya secara nasional akan berbasis Kampung Bawang yang mana merupakan salah satu bagian dari Kampung Hortikultura.

BACA JUGA :   Kementan Apresiasi Dedikasi Luar Biasa Petani Sragen, Lakukan Tanam di Malam Hari

“Sistem pengembangan berbasis kampung ini tidak hanya menjadi lebih terkonsentrasi, tetapi juga memudahkan untuk pemasaran pasca panennya”, imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *