Minggu, 25 Juli 2021

KeuanganOnline.id

Portal Informasi Keuangan dan Pemerintaha

Hasil Light Survey Metamorfosis, Kota Bogor Masih Memiliki Persoalan Dalam Memahami Toleransi Dan Kebebasan Beragama

Wiwit Musaada (Forbodas)

Wiwit Musaada (Forbodas)

Bogor – Pembatasan kegiatan sosial kemasyarakatan dimasa PPKM Darurat tidak menurunkan semangat jaringan organisasi masyarakat sipil Kota Bogor yang tergabung dalam Simpul Belajar MADANI yang diberi nama Forum Bogor Damai Sejahtera (Forbodas), untuk terus berkontribusi dalam memperkuat toleransi masyarakat di masa pandemic. 

Forbodas adalah forum belajar yang selama ini difasilitasi oleh Metamorfosis melalui dukungan dari USAID MADANI yang bertujuan untuk memperkuat akuntabilitas pemerintah lokal dan toleransi masyarakat di Indonesia dengan meningkatkan dan memperluas melalui penguatan kapasitas masyarakat lokal, legitimasi dan keberlanjutan.

A Rahman Muttaqin, FC MADANI Kota Bogor, menyampaikan program Madani yang dikembangkan di 32 Kota dan Kabupaten.

“Lebih dari 20 Organisasi masyarakat sipil (OMS) dan perwakilan Pemerintah Daerah Kota Bogor berkumpul untuk berdiskusi dan menelaah hasil kinerja Metamorfosis sebagai Mitra Utama Madani selama 1 (satu) tahun”, ungkap Rahman dalam rapat kinerja Metamorfosis melalui daring Kamis (15/7/2021).

Forbodas melalui pendampingan Metamorfosis mempresentasikan hasil light survey/rapid assessment tentang persepsi masyarakat Kota Bogor terkait toleransi dan Kebebasan Beragama Berkeyakinan (KBB).

“Dalam melakukan light survey menggunakan variable yaitu knowledge (pemahaman), attitude (sikap) dan practice (praktik).  Hasil light survey memperlihatkan terkait dengan knowledge atau pengetahuan, sebagian besar responden memiliki pemahaman yang toleran. Namun, ketika pertanyaan digiring ke kondisi dan situasi yang lebih nyata untuk melihat sikap dan praktek sehari-hari, trend responden bervariasi. Pada pertanyaan-pertanyaan sikap seperti, berteman, berdialog, berada di satu organisasi, sebagian besar (terlihat dari jumlah prosentase diatas 90 persen) menyatakan tidak keberatan”, imbuhnya.

BACA JUGA :   Dorong Pengembangan Ternak Sapi Unggul, Mentan Pantau Proses Inseminasi Buatan di Bogor

Sementara Ibu Sofiah, Direktur Metamorfosis, menyampaikan kinerja Metamorfosis sebagai Mitra Utama Madani selama 1 (satu) tahun telah berhasil melakukan semua rancangan kegiatan bersama Forbodas dan memaparkan rencana kerja Forbodas kedepan terkait dengan modeling program toleransi yang akan diimplementasikan di area terpilih di Kota Bogor.

“Survey ini berupaya memotret tentang persepsi dan perilaku toleransi masyarakat di Kota Bogor dan bertujuan untuk memberikan masukan strategis dalam merumuskan kegiatan Metamorfosis ke depan dalam melakukan pengorganisasian di komunitas di 1 kelurahan di 2 kecamatan di Kota Bogor”, jelas Sofi. 

Sebagai perwakilan Forbodas, Wiwit dan Arief memaparkan tentang light survey yang telah dilakukan baru-baru ini oleh Metamorfosis bersama Forbodas berupaya memotret tentang persepsi dan perilaku toleransi masyarakat di Kota Bogor.

“Lain halnya ketika pertanyaan seputar pada praktek menghadiri undangan acara keagamaan agama lain, responden yang berada pada posisi tidak keberatan pada pernyataan sebelumnya, menurun jumlahnya. Begitu juga dengan pernyataan membangun tempat ibadah ditempat tinggal, responden yang tidak keberatan dipernyataan sebelumnya juga mengalami penurunan”’ ungkap Wiwit.

BACA JUGA :   LAZISNU Kecamatan Sukaraja Bogor Santuni 100 Orang Dhuafa

Begitu juga dengan pernyataan 21,6 % responden yang menyatakan bahwa konflik pembangunan rumah ibadah dan perayaan Asyura bukan isu toleransi. Menjadi catatan penting bahwa Kota Bogor masih memiliki persoalan dalam memahami toleransi dan kebebasan beragama.

“Hal ini kemudian mempengaruhi sikap dan praktek yang merupakan perwujudan dari pemahaman dan sikap ini”, imbuhnya.

Potensi keberlangsungan nilai-nilai toleransi di Kota Bogor masih memiliki potensi yang besar. Ini terlihat dari pernyataan-pernyataan sikap dari mayoritas responden yang mendukung toleransi dan kebebasan beragama. Potensi ini akan surut jika kelompok mayoritas membiarkan dan tidak bersuara jika ada persoalan intoleransi yang membutuhkan dukungan.

Menanggapi hal tersebut Bapak Odih Sumirat, Kasubid Perencanaan Pemerintahan Bappeda Kota Bogor, memberikan dukungan penuh terhadap inisiasi baik yang digagas MADANI, Metamorfosis dan Forbodas serta berharap kegiatan modeling toleransi bisa dilakukan di Kota Bogor dengan 2 wilayah usulan yaitu Bogor Utara dan Bogor Barat.

Sama hal-nya yang disampaikan oleh Badan Kesatuan Bangsa Politik (BaKesbangpol) Kota Bogor yang diwakili oleh Bapak A. Hakim, Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan METAMORFOSIS dan FORBODAS selama ini dalam berkontribusi memperkuat dan menggalang peran masyarakat sipil dalam meningkatkan sikap toleran di Kota Bogor.

BACA JUGA :   Meski Permintaan Meningkat, Harga Pangan di Kabupaten Bogor Relatif Stabil

Sejalan dengan hal tersebut Bapak Hasbullah selaku Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor berharap kerjasama kolaboratif yang selama ini telah terbangun dengan jaringan organisasi masyarakat sipil yang tergabung di FORBODAS menjadi lebih kuat dan sinergis sehingga aksi-aksi dan kerja nyata kedepan bisa memberikan dampak nyata dalam menjaga kerukunan antar sesama serta mampu memberikan rekomendasi solusi terbaik bagi pemangku kebijakan di Kota Bogor.

Hadir dalam kegiatan tersebut, METAMORFOSIS, B-Trust, Laskar Cinta Kasih (LCK), Kopel Bogor, Pemuda Budha, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), GMNI, Kompemor, Badan Sosial Lintas Agama (BASOLIA), OSZA, Takaran, Inspira, PGN, JKMC, Forum Mudah Lintas Agama (FORMULA), Gusdurian Bogor, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Yayasan Penyandang Disabilitas (YPD), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), KMHDI, Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (LAZISMU). Adapun perwakilan Pemerintah Daerah Kota Bogor diantaranya: Bappeda, Bakesbangpol, Bag. Hukum dan HAM Kota Bogor juga ada tamu undangan yaitu Kesbangpol Kabupaten Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *