Tunggu Restu Jokowi, inilah Kandidat Direksi BPJS

JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara Pratikno telah mengirimkan nama-nama calon Direksi BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan ke Presiden Joko Widodo.

Sebanyak 14 nama calon kandidat Direksi BPJS Ketenagakerjaan dan 16 yang diserahkan ke Presiden Joko Widodo akan disapih menjadi tujuh dan delapan direksi pada kedua BPJS.

Dikutip dari bisnis.com, nama-nama calon direksi untuk BPJS Ketenagakerjaan yakni Anggoro Eko Cahyo, Eko Nugriyanto, Abdul Bari, Achmad Hafiz, Pepen Supendi Almas, Abdur Rahman Irsyadi dan Imam Syafi’i Toha.

Selanjutnya, Edwin Michael Ridwan, Zainudin, Joko Santosa, Pramudya Iriawan Buntoro, Roswita Nilakurnia, Halim Gunawan dan Asep Rahmat Swandha.

Bisikan yang disampaikan nama-nama ini berdasarkan ranking dari panitia seleksi. Sehingga dengan posisi ini Anggoro Eko Cahyo kandidat terkuat untuk menjadi Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan.

Meski kandidat terkuat dari panitia seleksi, Presiden Joko Widodo tidak selalu mengikuti rekomendasi. Dalam beberapa kali pemilihan pejabat publik sebelumnya, Presiden melakukan penilaian tersendiri.

Dengan munculnya 14 nama ini, maka dipastikan tidak ada inkumben dalam formasi BPJS Ketenagakerjaan mendatang.

“Bahwa masa jabatan dewan pengawas dan direksi BPJS Ketenagakerjaan akan berakhir 19 Februari 2021,” kata Pratikno.

Sementara itu, pansel meloloskan 16 nama sebagai calon direksi BPJS Kesehatan.

Para bos yang harus mengurus asuransi kesehatan publik ini adalah Lily Kresnowati, Edwin Aristiawan, Ali Ghufron Mukti, Yulherina, Evi Afiatin, David Bangun, Mahlil Ruby, dan M. Yani.

Selanjutnya mulai dari urutan sembilan yakni Andi Afdal, Albertus Kurniadi, Mundiharmo, Arief Witjaksono Juwono Putro, Ari Dwi Aryani, Eddy Sulistijanto, Fachrurrazi dan Fadlul Imansyah.

Profil Direksi

Dengan mengacu penyebutan ranking, maka Lily Kresnowati adalah kandidat Direktur Utama BPJS Kesehatan. Dalam laman Linkedin-nya, Lily menyelesaikan pendidikan master dan doktornya di Universitas Diponegoro, Semarang.

Selain mengajar sebagai dosen, Lily adalah Direktur Utama Cokro Cendekia Indonesia. Perusahaan ini merupakan penyedia jasa pelatihan bagi rumah sakit melakukan koding klinis dan prosedur medis dalam menjalankan sistem jaminan kesehatan.

Untuk BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro yang berada di urutan teratas. Ia merupakan pejabat karir di PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI). Posisi tertinggi yang ia rengkuh adalah Wakil Direktur tama melalui RUPS 24 Februari 2020.

Meski sebelumnya sudah menjadi direktur, posisi Wadirut tidak ia genggam lama. Pasalnya Otoritas Jasa Keuangan menetapkan Anggoro tidak lolos fit and proper test.

Diding S. Anwar, Ketua Komite Tetap Bidang Konstruksi dan Infrastruktur Kadin Indonesia menyebutkan direksi terpilih harus mengutamakan dua hal yakni memberikan layanan prima kepada peserta serta menjaga amanah dengan menerapkan good corporate governance (GCG).

“Direksi harus pro aktif atau jemput bola. Tentunya di zaman digital harus dioptimalkan peran IT,” katanya kepada Bisnis, Kamis (7/1/2021).

Menurut Mantan Direktur Utama Asuransi Sosial Jasa Raharja itu, direksi terpilih harus menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Terutama talenta yang pembelajar dalam era New Normal.

“Tentu layanan publik yang utama. Investasi harus prudent,” katanya mengingatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *