Realisasi 4 Proyek Jalan DAK Diatas 50 Persen

Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie saat meninjau proses pembangunan ruas jalan perbatasan di wilayah Krayan, belum lama ini

Selain Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sejumlah proyek kegiatan pembangunan maupun pemeliharaan jalan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) turut dibantu dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Reguler maupun Penugasan. Dari 16 proyek jalan yang ada pada Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara, 4 proyek diantaranya merupakan kegiatan yang anggarannya bersumber dari DAK Reguler dan Penugasan.

“Paket kami khusus jalan seluruhnya ada 16 paket. 12 paket bersumber dari APBD-Kaltara, sementara 4 paket lagi melalui DAK Reguler dan Penugasan,” ujar Kepala DPUPR-Perkim Kaltara Sunardi yang didampingi Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Yusran, baru-baru ini.

Sunardi menyebutkan, adapun proyek kegiatan jalan yang bersumber dari DAK 2020, meliputi peningkatan jalan ruas jalan Trans Kalimantan-Pelabuhan Ferry Ancam (DAK Reguler), pemeliharaan berkala jalan ruas jalan Trans Kalimantan-Tideng Pale (DAK Reguler), peningkatan jalan perbatasan ruas jalan Long Bawan, dan peningkatan jalan perbatasan ruas jalan Ling Rungan-Long Padi (DAK Penugasan).

Terkait dengan progres pengerjaan, Sunardi mengungkapkan bahwa rata-rata paket kegiatan yang bersumber dari DAK pengerjaannya sudah diatas 50 persen. “Seluruh paket yang bersumber dari DAK saat ini sedang berjalan. Rata-rata pengerjaannya sudah diatas 50 persen. Bahkan, sudah ada pekerjaan yang realisasi fisiknya hampir 100 persen rampung dikerjakan,” ungkapnya.

BACA JUGA :   48 Kilometer Akses Perbatasan Sudah Beraspal

Alhamdulillah, proyek kegiatan jalan yang didanai DAK pada Bina Marga tetap berjalan dengan lancar meski ditengah pandemi Covid-19. Dari total 5 paket DAK 2020, 4 paket tetap dilanjutkan, dan hanya 1 paket yang dibatalkan pelaksanaannya dan dialihkan pada kegiatan penanggulangan Covid-19,” jelasnya.

“Ini karena kita melakukan tender lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga proses pengadaan barang/jasa dapat selesai sebelum pemeritah melalui Menkeu mengeluarkan edaran perihal penghentian proses pengadaan barang/Jasa DAK Fisik 2020 akibat mewabahnya Covid-19 di beberapa wilayah di Indonesia,” imbuh Sunardi.

Proyek kegiatan DAK yang realisasi pengerjaannya hampir 100 persen selesai, lanjutnya, yakni pemeliharaan berkala jalan ruas jalan Trans Kalimantan-Tidung Pale, dan proyek peningkatan jalan ruas jalan Trans Kalimantan-Pelabuhan Ferry Ancam.

“Utamanya, akses jalan menuju Pelabuhan Ferry Ancam. Jalan ini merupakan salah satu prioritas pembangunan tahun 2020. Direncanakan akan tuntas dengan dilakukan perkerasan aspal sepanjang 5 kilometer sampai ke pelabuhan,” kata Sunardi.

Sementara Kabid Bina Marga pada DPUPR-Perkim Yusran menjelaskan, akes jalan menuju Pelabuhan Ferry Ancam dibangun secara bertahap sejak 2015. 

BACA JUGA :   Realisasi Pendapatan Daerah Sudah 75,74 Persen

Tahap I melalui APBD-Kaltara dianggarkan Rp 14,5 miliar untuk perbaikan dan peningkatan jalan sepanjang 1,35 kilometer. Kemudian pada 2016 dianggarkan Rp 6,6 miliar, 2017 dianggarkan Rp 3,5 miliar, dan di 2018 dianggarkan Rp 1,4 miliar. Sementara pada 2019, melalui DAK kembali dianggarkan sebesar Rp 10,4 miliar. Dan pada 2020, juga lewat DAK dianggarkan Rp 16,3 miliar.

Yusran mengungkapkan, selain DAK, pada 2020 pembangunan ruas jalan menuju Pelabuhan Ferry Ancam juga dibantu pengerjaannya menggunakan APBD Kaltara.

“Dari APBD-Kaltara tahun ini nilainya Rp 2,9 miliar, kita lakukan pengaspalan dengan panjang efektif 80 meter dengan lebar badan jalan 6 meter,” tutup Yusran.(hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *