Minggu, 25 Juli 2021

KeuanganOnline.id

Portal Informasi Keuangan dan Pemerintaha

Pendekatan Partisipatif, LPK Duta Kasih Bunda Maksimalkan Dana Desa untuk Pemberdayaan Masyarakat

Pelatihan pemberdayaan Masyarakat dengan Tata Rias Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Duta Kasih Bunda Desa Pamijen, Kecamatan Bumiayu Senin (15/6/2020).

BREBES – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Duta Kasih Bunda Desa Pamijen, Kecamatan Bumiayu menggelar pelatihan untuk mengembangkan potensi kapasitas Masyarakat dipelbagai lini ketrampilan. Pelatihan pemberdayaan Masyarakat dengan Tata Rias yang dianggarkan dari Dana Desa sebagai bentuk optimalisasi penggunaan Dana Desa, Senin (15/6/2020).

Kegiatan berlangsung dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, jaga jarak serta memakai masker.

Founder Duta Kasih Bunda Zaenal Arifin, menyampaikan Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk memampukan desa dalam melakukan tindakan bersama sebagai suatu kesatuan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan ditingkat pemerintah desa masyarakat desa, maupun pihak lain.

“Pemberdayaan ini untuk mendorong partisipasi dan mendayagunakan kemampuan masyarakat desa dalam proses pembangunan desa, menyusun perencanaan pembangunan yang berpihak pada kelompok masyarakat, serta meningkatkan kapasitas dan kualitas sumberdaya manusia di desa dengan besar harapan Desa tidak hanya fokus pembangunan insfrastruktur saja,” ungkap Bunda Zaenal Arifin.

BACA JUGA :   Banom NU Brebes Bagikan Ratusan Paket Kurma dan Masker, Wujud Syukur Sambut Ramadhan

Pihaknya juga menyampaikan, Sesuai PP no 43 tahun 2014, pemberdayaan masyarakat desa juga bisa melibatkan pihak ketiga yang diberi mandat secara jelas untuk melakanakan pemberdayaan, maka dari itu kami berharap agar Desa-desa yang lain juga dapat memaksimalkan Dana Desa untuk pemberdayaan Masyarakat.

“Sejauh ini sudah ada 31 Desa yang siap melakukan pelatihan kapasitas Masyarakat dengan berbagai kebutuhan lokal di setiap potensi Desa yang ada, ada pelatihan budi daya ikan lele, menjahit, tanaman palawija, baby sitter dan masih banyak yang lainya dengan Instruktur yang sudah teruji,” tambahnya.

Harapan kami Desa-desa yang lainpun agar penggunaan Dana Desa  tidak hanya tertuju pada infrastruktur saja.

“Perlu kita lakukan juga  pendekatan yang lakukan dalam pemberdayaan desa menggunakan pendekatan partisipatif dengan menjadikan masyarakat desa sebagai subjek pembangunan dengan memanfaatkan sumberdaya dan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat desa,” pungkas Zaenal Arifin.

2 thoughts on “Pendekatan Partisipatif, LPK Duta Kasih Bunda Maksimalkan Dana Desa untuk Pemberdayaan Masyarakat

  1. LPK duta kasih dengan Pemdes membuat jalinan kerjasama yang baik,berikan kailnya bukan hanya umpannya agar masyarakat berdaya,jangan lupa juga potensi lokal sebagai acuan pelatihan,agar setelah ada pelatihan ekonomi meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *